Selamat Datang di "Griya Sehat Barokah" Menuju Hidup Sehat dan Berkah

 Social Display

     

Tidak Semuanya dimakan

Share this post
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     
Kisah ini nyata dan dialami oleh sahabat saya, Pak Willy Roswaldi, ketika beliau dan beberapa orang tinggal di Australia (Melbourne) untuk kursus/training. Beliau ini dikenal hobby kuliner serta memasak. Di Aussie beliau dan teman-temannya menyewa apartemen . Karena hobby kuliner dan masak, beliau mencoba mencari bahan-bahan untuk dimasak, seperti daging, bumbu-bumbu dan lain-lain, di Pasar dekat apartemen. Setelah mendapatkan hampir semua bahan yang diperlukan, beliau menuju ke toko daging. 

Daging yang dijual di toko itu (sebagaimana di Negara-negara maju lainnya) adalah daging yang nomer 1 dan tidak dijual jeroan, kikil/kaki, kepala bahkan leher, kalaupun dijual, ya.. bukan untuk makanan manusia, tapi untuk makanan anjing atau kucing!. Daging yang bagus (untuk dijual sebagai bahan makanan manusia) di letakkan terpisah dengan daging yang bukan untuk manusia (dan juga diberi harga dengan tulisan di papan tulis yang khas) dan tentunya juga harga kedua kelompok daging itu juga sangat jauh berbeda.

Kisah berlanjut, ketika melihat harga daging leher (daging yang menempel di tulang leher) yang sangat murah. Maka beliau tidak ragu-ragu mengambil kantung plastik yang tersedia dan dimasukkan daging leher sapi tersebut ke kantong. Karena harganya murah, beliau membeli lumayan banyak. Setelah dipikir, bahwa daging tersebut cukup untuk makan seluruh anggota team yang sedang training, beliau menyerahkannya kepada si penjual untuk ditimbang, dan penjual daging bertanya : “ Do you have many dogs? “ , Sahabat saya tadi kaget dengan pertanyaan itu, tapi dari pada malu, beliau menjawab: “Plenty ! “ (banyak). Dan ketika sampai di apartemen, beliau menyampaikan kejadian ini sambil minta maaf, tapi justru disambut dengan gerr ger an oleh kawan yang lain.

Australia, salah satu Negara dimana Indonesia meng-impor daging sapi, adalah Negara dimana penduduknya  boleh dikatakan sangat selektif memilih daging, bahkan mereka meng ‘haram’ kan jeroan, usus, kepala, kikil/kaki dan kepala serta leher (bagi yang non muslim, ini berlaku untuk semua daging yang dikonsumsi termasuk babi). 

Kita yang orang Indonesia dan juga orang Islam juga harus memilih jenis makanan/minuman yang diperbolehkan sebagaimana batasan dan kriteria yang sesuai dengan ajaran Agama Islam, atau dengan kata lain, tidak semuanya bisa dimakan, karena memang ada larangan dari ketentuan agama. Bahkan bila agama yang memerintahkan, yang halal pun jadi haram, contoh: haram hukumnya makan makanan halal di siang hari bagi yang berpuasa. 

Mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran dari ketentuan Allah swt berlakukan kepada kita, dan tidak ada yang sia-sia apa yang diciptakan oleh Allah swt. Selamat berpuasa, semoga Allah meridlai amal kita, amin ya rabbal alamin. (Gus Arifin)

 

Telah beredar buku "Tuntunan Doa Ibadah Haji dan Umrah" Buku Ke 26 Penulis Buku Best Seller -Gus Arifin- dapatkan di toko buku Gramedia.

Latest Article

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Link Group

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday64
mod_vvisit_counterYesterday82
mod_vvisit_counterThis week64
mod_vvisit_counterLast week869
mod_vvisit_counterThis month1992
mod_vvisit_counterLast month1444
mod_vvisit_counterAll days130980

Online Now: 4
Today: November 19, 2017