Selamat Datang di "Griya Sehat Barokah" Menuju Hidup Sehat dan Berkah

 Social Display

     

Pemilik Kunci alam Ghaib

 

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 QS Al An’am (6):59 : (Dan pada sisi Allahlah) Yang Maha Luhur (kunci-kunci semua yang gaib) simpanan-simpanan ilmu gaib atau jalan-jalan yang mengantarkan kepada pengetahuan tentangnya (tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri) ilmu tentang kegaiban itu ada lima macam; mengenai penjelasannya telah dikemukakan dalam surah Luqman ayat 34, yaitu firman-Nya, "Sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat... sampai akhir ayat." Demikianlah menurut riwayat Imam Bukhari (dan Dia mengetahui apa) yang terjadi (di daratan) permukaan bumi (dan di lautan) perkampungan-perkampungan yang ada di atas sungai-sungai (dan tiada sehelai daun pun yang gugur) huruf min adalah zaidah/tambahan (melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering) diathafkan kepada Lafal waraqatin (melainkan tertulis dalam kitab yang nyata) yakni Lauhul mahfudz.. Al-Istitsna/pengecualian berkedudukan sebagai badal isytimal dari istitsna yang sebelumnya. (Tafsir Jalalain)

Read more...

Peci: NU dan Muhammadiyah

Ketika KH Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Rais Aam PB NU tahun periode (1984-1989) dan Periode kedua hingga tahun 1994, beliau dalam kesehariannya baik ketika acara resmi maupun tidak, jarang bahkan boleh dikatakan tidak memakai Peci Hitam yang merupakan ciri khas NU. Pada periode yang sama, Organisasi Muhammadiyah dibawah kepemimpinan KH.. AR. Fakhrudin ( 1971-1990) dan KH. Ahmad Azhar Basyir (1990-1995) malah beliau berdua selalu memakai Peci. Sehingga waktu itu ada guyonan bahwa: yang mimpin NU orang Muhammadiyah dan yang mimpin Muhammadiyah orang NU.”  ”  (gus arifin/dept it)

Tidak Semuanya dimakan

Kisah ini nyata dan dialami oleh sahabat saya, Pak Willy Roswaldi, ketika beliau dan beberapa orang tinggal di Australia (Melbourne) untuk kursus/training. Beliau ini dikenal hobby kuliner serta memasak. Di Aussie beliau dan teman-temannya menyewa apartemen . Karena hobby kuliner dan masak, beliau mencoba mencari bahan-bahan untuk dimasak, seperti daging, bumbu-bumbu dan lain-lain, di Pasar dekat apartemen. Setelah mendapatkan hampir semua bahan yang diperlukan, beliau menuju ke toko daging. 

Daging yang dijual di toko itu (sebagaimana di Negara-negara maju lainnya) adalah daging yang nomer 1 dan tidak dijual jeroan, kikil/kaki, kepala bahkan leher, kalaupun dijual, ya.. bukan untuk makanan manusia, tapi untuk makanan anjing atau kucing!. Daging yang bagus (untuk dijual sebagai bahan makanan manusia) di letakkan terpisah dengan daging yang bukan untuk manusia (dan juga diberi harga dengan tulisan di papan tulis yang khas) dan tentunya juga harga kedua kelompok daging itu juga sangat jauh berbeda.

Kisah berlanjut, ketika melihat harga daging leher (daging yang menempel di tulang leher) yang sangat murah. Maka beliau tidak ragu-ragu mengambil kantung plastik yang tersedia dan dimasukkan daging leher sapi tersebut ke kantong. Karena harganya murah, beliau membeli lumayan banyak. Setelah dipikir, bahwa daging tersebut cukup untuk makan seluruh anggota team yang sedang training, beliau menyerahkannya kepada si penjual untuk ditimbang, dan penjual daging bertanya : “ Do you have many dogs? “ , Sahabat saya tadi kaget dengan pertanyaan itu, tapi dari pada malu, beliau menjawab: “Plenty ! “ (banyak). Dan ketika sampai di apartemen, beliau menyampaikan kejadian ini sambil minta maaf, tapi justru disambut dengan gerr ger an oleh kawan yang lain.

Australia, salah satu Negara dimana Indonesia meng-impor daging sapi, adalah Negara dimana penduduknya  boleh dikatakan sangat selektif memilih daging, bahkan mereka meng ‘haram’ kan jeroan, usus, kepala, kikil/kaki dan kepala serta leher (bagi yang non muslim, ini berlaku untuk semua daging yang dikonsumsi termasuk babi). 

Kita yang orang Indonesia dan juga orang Islam juga harus memilih jenis makanan/minuman yang diperbolehkan sebagaimana batasan dan kriteria yang sesuai dengan ajaran Agama Islam, atau dengan kata lain, tidak semuanya bisa dimakan, karena memang ada larangan dari ketentuan agama. Bahkan bila agama yang memerintahkan, yang halal pun jadi haram, contoh: haram hukumnya makan makanan halal di siang hari bagi yang berpuasa. 

Mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran dari ketentuan Allah swt berlakukan kepada kita, dan tidak ada yang sia-sia apa yang diciptakan oleh Allah swt. Selamat berpuasa, semoga Allah meridlai amal kita, amin ya rabbal alamin. (Gus Arifin)

Nilai Nikmat

Syaikh Ibn Athaillah menyampaikan dalam Kitab Al Hikam nya :

مَنْ لَمْ يَعْرِفِ النِّعَمَ بِوُجْداَنِهاَ عَرَفَهاَ بِوُجُودِ فُقْدَانِهاَ

Siapa yang tidak mengetahui nilai nikmat ketika memperolehnya, ia akan mengetahuinya ketika nikmat tersebut sudah lepas darinya

Kita sering kali tidak pernah memperhatikan nikmat yang sedang kita rasakan bahkan tidak tahu bahwa itu adalah nikmat-nikmat besar yang sedang kita nikmati. Contoh, Sehat, Kaya (cukup harta), Sempat (kesempatan), Mau (kemauan) dan nikmat-nikmat lainnya. Sehat itu sangat berarti bagi kita dan kita rasakan nikmatnya ketika kita sakit, Kekayaan kita akan kita rasakan keberadaanya ketika kita miskin, Kesempatan itu sangat berharga bagi kita justru ketika kita mengalami kesempitan dan kemauan,juga akan begitu berarti ketika kita tidak ada kemauan lagi.

Dan hendaknya diingat: Allah akan menggiring kita untuk mendekat kepadaNYA, bila kita terus dapat mendekat/taqarrub kepadaNYA ketika dalam keadaan sehat, kaya, sempat dan dalam keadaan mau untuk mendekat..Insya Allah kita akan diberi lebih lagi dari itu. Akan tetapi bila ketika dalam keadaan sehat, kaya dan mempunyai kesempatan untuk berbuat baik..malah kita menjauh dari Allah swt, shalatnya (kadang-kadang), malas untuk ngaji/ta'lim, ada kesempatan untuk menolong orang tapi tidak diambil kesempatan itu, maka jangan kaget Allah akan menyeret kita mendekat kepadaNya dengan caraNya, misalnya diberi miskin (supaya ingat Allah), diberi sakit (supaya mendekat kepadaNya) diberi kesempitan, kesulitan dan lain-lain supaya kita disuruh lari mendekat kepadaNya.

Pilihan ada pada Anda, Lakukan yang terbaik untukNya ketika kita kaya, sehat, sempat... atau mununggu ditegur dengan yang sebaliknya ; miskin, sakit dan sempit/sulit supaya kita mendekat kepadanya lagi. Jangan sia-siakan apa yang ada sekarang untuk berbuat yang lebih baik, Insya Allah (gus arifin)

 

Telah beredar buku "Tuntunan Doa Ibadah Haji dan Umrah" Buku Ke 26 Penulis Buku Best Seller -Gus Arifin- dapatkan di toko buku Gramedia.

Latest Article

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Link Group

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday62
mod_vvisit_counterYesterday82
mod_vvisit_counterThis week62
mod_vvisit_counterLast week869
mod_vvisit_counterThis month1990
mod_vvisit_counterLast month1444
mod_vvisit_counterAll days130978

Online Now: 2
Today: November 19, 2017