Selamat Datang di "Griya Sehat Barokah" Menuju Hidup Sehat dan Berkah

 Social Display

     

Bayar saja pakai 1 sha' gandum dan jangan makan roti !

Share this post
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     
Ustadz Syamsul baru saja menyelesaikan taushiah-nya, dan para jamaah sudah meninggalkan majelis ta’lim yang digelar di Masjid perumahan di kawasan Bintaro Tangerang. Tidak lama kemudian beliau di-samperin oleh seorang ustadz juga, namun sudah sangat dikenal oleh ustadz Syamsul sebagai orang yang paling mudah menuduh orang lain sebagai ahli bid’ah, sesat dan bahkan menuduh saudara satu agama Islam sebagai ‘kafir’ (biasanya disebut juga sebagai kelompok takfiriyah atau la madzhabiyah –karena tidak senang dengan madzhab para imam mujtahid), maka sebutlah sebagai Mr.X.

“Ustadz, anda melakukan bid’ah karena sehabis shalat bersalaman sambil bershalawat, dan itu tidak ada contohnya di dalam Al Qur’an dan Hadits !” kata Mr X tadi.

“ Oo..jadi kalau begitu yang tidak ada di Al qur’an atau hadits, tidak boleh dilaksanakan.?” Balas ustadz Syamsul.

“Iya betul! “ jawab mr X dengan mantaf. “ Kalau gitu, saya nanya kepada anda, anda membayar zakat fitrah dengan apa? “ tanya Pak Syamsul. 

“ Dengan uang atau beras.” Jawab mr X. “Kalau begitu anda juga bid’ah, karena Nabi Muhammad saw menyampaikan dalam hadits bahwa Zakat Fitrah itu harus dengan 1 sha’ tamar (kurma) atau 1 sha’ gandum !!” 

“Jangan anda gampang menuduh seperti tadi, karena, boleh jadi anda , keluarga anda serta kelompok anda juga melakukannnya.” Pesan ustadz Syamsul kepada Mr.X.

Memang kalau melihat teks hadits yang ada : 

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنْ الْمُسْلِمِينَ
"Rasulullah mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan kepada seluruh manusia (kaum muslimin) yang merdeka, budak, laki-laki atau perempuan; untuk satu orang satu sha' tamar atau satu sha' gandum, atas setiap orang yang merdeka, hamba laki- laki dan perempuan dari orang Islam."
(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Al Muwattha', Nasa'i) 

Dalam Kitab Al Umm, Imam Syafi'i berkata: Seseorang boleh mengeluarkan zakat fitrah dari makanan yang biasa dimakan sebari-hari, yaitu berupa hinthah ( biji gandum), jagung, 'alas (biji gandum yang berisi 2 biji dan merupakan makanan penduduk Yaman) , sya'ir (tepung gandum), tamar/kurma dan zabib (anggur kering). 

Ijtihad Imam Madzhab ini (Syafiiyah terhadap teks hadits perintah wajib membayar Zakat Fitrah di atas adalah bolehnya membayar zakat Fitrah dengan makanan pokok penduduk yang bersangkutan. 

Jadi bagi orang yang tidak mengikuti Ijtihad para Imam (Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali) atau Ja’fari maka silahkan membayar zakat fitrah sesuai dengan bunyi teks hadits di atas : 
Bayar Zakat fitrah dengan 1 sha’ kurma atau 1 sha’ gandum !! (1 sha’ = 2,7 Kg )

Itulah makna dari adanya Ilmu Fiqh, dengan ilmu tersebut kita dapat melaksanakan kewajiban dengan lebih mudah karena adanya produk Ijtihad yang telah dilakukan para Imam Mujtahid. Seandainya kita sangat kaku dalam memahami teks dalil yang ada tanpa mengetahui ilmu yang berkaitan dengan dalil itu, maka akan banyak terdapat benturan-benturan yang keras dengan apa yang ada di masyarakat kita. Sebagai contoh dalam Kitab Riyadhus Shalihin Bab Keutamaan Hidup Sederhana :

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
لَمْ يَأْكُلْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى خِوَانٍ حَتَّى مَاتَ وَمَا أَكَلَ خُبْزًا مُرَقَّقًا حَتَّى مَاتَ

Dari Anas ra, berkata, "Nabi saw. tidak pernah makan di atas meja makan sampai meninggal dan tidak pernah makan roti empuk sampai meninggal. " (Shahih Bukhari)
Dalam riwayat Bukhari yang lain, "Dan tidak pemah melihat kambing panggang dengan mata kepalanya sendiri."

Bila anda membaca hadits ini, maka dapat dipahami: bila kita makan di atas meja dan makan roti empuk berarti kita tidak ikut sunnah Nabi !! atau boleh dianggap “menyelisihi” Nabi Muhammad saw. Apa demikian ? iya bagi yang memahami teks hadits secara kaku dan tanpa “ilmu”. 
Bagaimana cara memaknai hadits ini, pertama belajar ilmu Hadits dan Asbabul wurud-nya (sebab-sebab munculnya hadits) kedua bisa dipelajari dari sarh (penjelasan) dari Kitab yang memuat hadits tersebut !. 
 
Dalam Kitab Nuzhatul Muttaqien sarh Riyadhus Shalihin pada bab dan nomer hadits tersebut diatas diperoleh penjelasan : 
Rasulullah saw. dijadikan sebagai perumpamaan terindah dalam hal zuhud dan keberpalingan dari kebiasaan orang orang kaya penduduk dunia ini. Ini sebagai teladan bagi orang-orang fakir dan pelipur lara bagi mereka kendatipun tidak wajib dilakukan manusia. Namun kenyataan membuktikan bahwa orang yang menyambut keinginan hawa nafsunya, syahwatnya akan menyatu dan mendorongnya melakukan kemaksiatan.

Nah.. sekarang lebih jelas kan?, hadits mengenai Nabi tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti empuk itu untuk apa ? 
Akan tetapi bila anda memahami secara tekstual maka, silahkan anda keluarkan meja makan anda yang ada di rumah, anda tidak boleh makan Dunkin Donuts, Burger, Hotdog, BreadTalk dan roti dari Tukang roti keliling dimana itu semua bahannya adalah “roti empuk” !
Semoga bermanfaat, dan mari terus jaga ukhuwah, Insya Allah pertolongan Allah dekat dengan kita, amin ya rabbal alamin.( gus Arifin)

 

Telah beredar buku "Tuntunan Doa Ibadah Haji dan Umrah" Buku Ke 26 Penulis Buku Best Seller -Gus Arifin- dapatkan di toko buku Gramedia.

Latest Article

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Link Group

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday102
mod_vvisit_counterYesterday170
mod_vvisit_counterThis week395
mod_vvisit_counterLast week939
mod_vvisit_counterThis month1637
mod_vvisit_counterLast month3496
mod_vvisit_counterAll days134121

Online Now: 4
Today: December 12, 2017