Selamat Datang di "Griya Sehat Barokah" Menuju Hidup Sehat dan Berkah

 Social Display

     

"Hadits" bermasalah

Share this post
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     
Dari e-mail:
---------------------------------------------------
Do'a malaikat Jibril menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan puasa
umat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan
hal-hal yang berikut:

* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
* Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri
* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rasulullah pun mengatakan Amin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita
bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-aminkan adalah
Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jumaat.

Oleh itu saya terlebih dahulu memohon ampun dan maaf jika saya ada berbuat
kesalahan, baik yang tidak di sengaja maupun yang di sengajakan, semoga kita
dapat menjalani ibadah puasa dengan khusyuk, diberkati dan dirahmati Allah
S.W.T, insyaallah.
----------------------------------------------------------
Biasanya para netter tidak mempermasalahkan status hadits , karena memang rata-rata hal ini dianggap baik. It’s Okay…itu “baik”, tapi akan bermasalah kalau hadits itu tidak terdapat dalam kitab-kitab hadits atau hanya buatan seseorang (saya mempunyai dugaan bahwa teks hadits di atas itu mulai berkembang tahun 90 an) yang mungkin hanya denger-denger dari ustadz ini atau ustadz itu!!!. 

Untuk diketahui dalam masalah hadits memang harus hati-hati,b ahkan yang ada di kitab-kitab mengenai akhlaq, tarbiyah, dzikir dan doa dan bahkan kitab sekelas Ihya Ulumuddin karangan Imam Ghazali pun ada kritik mengenai hadits-hadits yang ada di dalamnya.

Kembali ke soal,
Setelah kita “search” mengenai teks hadits “buatan” di atas maka, ada informasi :
1. Teks tersebut berasal dari kelompok /group milis di Malaysia
2. Teks ini sudah cukup lama juga saya dengar (sekitar tahun 1996) dari seorang khatib di masjid Istiqomah PT PGN (Persero) Tbk.
3. Ternyata teks ini juga sangat menyebar hampir di kelompok milis menjelang Ramadhan 1429 H.
4. Satu lagi ciri-nya, hampir semuanya cuman , Forward atau copy&Paste dan tidak ada Informasi hadits riwayat siapa dan ada di kitab apa.

Untuk membuat penilaian apa teks tersebut “shahih” atau tidak bahkan ia hadits atau bukan, lihat 2 buah teks hadits yang kurang lebih mempunyai matan/content yang hampir sama :

Hadits dari beberapa Kitab Hadits yang Mu’tabar (popular) 
1. Hadits dari Abi Hurairah r.a

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولَ اللَّهِ : إنَّ جِبْرِيلَ عَرَضَ لِي فَقَالَ : بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ ، قُلْت آمِينَ ، فَلَمَّا رَقَيْتُ الثَّانِيَةَ قَالَ : بَعُدَ مَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْك ، قُلْت آمِينَ ، فَلَمَّا رَقَيْتُ الثَّالِثَةَ قَالَ : بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَهُ الْكِبَرُ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ قُلْت آمِينَ } .

Dari Abu Hurairah Ra (bahwasanya) Rasulullah pernah naik mimbar kemudian berkata : Amin, Amin, Amin" Ditanyakan kepadanya : "Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?" Beliau bersabda.: Sesungguhnya Jibril 'Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata : 
"Ya Allah jauhkanlah (dari) siapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka, katakan "Amin", maka akupun mengucapkan Amin,

"Ya Allah jauhkanlah (dari) siapa yang disebut namamu (Muhammad) dia tidak menjawab dengan bacaan Shalawat atasmu, kemudian meninggal dan masuk neraka katakan "Amin", maka akupun mengucapkan Amin,

"Ya Allah jauhkanlah (dari) siapa saja yang masih memiliki Orang tua atau salah satu dari mereka,lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka akupun mengucapkan Amin

 [Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978.]


2. Hadits dari Kitab Mu’jam At Thabrani

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ بن أَحْمَدَ ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن عَبْدِ اللَّهِ بن عُبَيْدِ بن عَقِيلٍ ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بن أَبَانَ ، حَدَّثَنَا قَيْسُ بن الرَّبِيعِ ، عَنْ سِمَاكٍ ، عَنْ جَابِرٍ ، قَالَ : صَعِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِنْبَرَ ، فَقَالَ : " آمِينَ آمِينَ آمِينَ " ، قَالَ : " أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلامُ ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ مَنْ أَدْرَكَ أَحَدَ وَالِدَيْهِ ، فَمَاتَ ، فَدَخَلَ النَّارَ ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ ، قَالَ : يَا مُحَمَّدُ مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ ، فَمَاتَ ، فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ ، فَأُدْخِلَ النَّارَ ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ ، قَالَ : وَمَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ ، فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ ".

Dari Abdan bin Ahmad, dari Muhammad bin Abdillah bin Ubaid bin Aqil, dari Isma’il bin Aban,dari Qais bin Rabi’, dari Simak, dari Jabir r.a. berkata : Nabi Muhammad SAW berdiri dan menyeru di atas mimbar dan berkata Amin, Amin, Amin : (sahabat bertanya mengapa mengucap Amin 3x padahal tidak dengar apa-apa/orang berdoa), Rasulullah berkata: Telah datang Malaikat Jibril a.s berkata : 

Wahai Muhammad, Siapa saja yang masih memiliki Orang tua atau salah satu dari mereka,lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka jauhkanlah Ya Allah dari itu, Katakanlah Amin, maka Nabi menjawab : Amin, 

Wahai Muhammad , Siapa yang mendapati bulan Ramadhan kemudian dia meninggal dan dia tidak mendapat ampunan, maka dia masuk neraka, maka jauhkanlah Ya Allah dari itu, Katakanlah Amin, maka Nabi menjawab : Amin,, 

dan siapa saja yang disebut Namamu (Muhammad) dia tidak menjawab dengan bacaan Shalawat atasmu, kemudian meninggal dan masuk neraka , maka jauhkanlah Ya Allah dari itu, Katakanlah Amin, maka Nabi menjawab : Amin, ( HR Thabrani dalam Kitab Mu'jam Kabir At Thabrani)

Juga terdapat dalam :
1. Kitabnya Imam Qurtuby, Al Jami li Ahkam al Qur’an (juz 1/hal 3257)
2. Kitabnya Jalaluddin As Suyuty (pengarang tafsir Jalalain) , Ad Durr Al Manssur (1/372)
3. Kitab Tafsir Qadhi Iyadh (8/56)
4. Kitab Syu’ab Iman – Imam Baihaqi ( 4/93)
5. Kitab Jami’ Hadits (bab Hamzah 8/493)
6. Kitab Az Zawajir Sarh Al Kaba’ir (juz 1/294)
(ebook: maktabah syamilah 2.09)

So…sudah jelas, bahwa teks “hadits” yang beredar tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan, kalaupun itu hadits yang boleh diberi status “la ashla lahu” (tidak ada asal usulnya) dan dalam Ilmu Hadits status tersebut dapat dinilai sebagai hadits “maudhu” atau PALSU.

Dan bagi para ustadz dan ummat islam seluruhnya, marilah saling “wa tawa shaubil haq watawa shaubis shabr”, jangan ikut-ikutan menggunakan hadits-hadits yang tidak jelas sumber rujukannya, mudah-mudahan Allah swt menambahi ilmu yang bermanfaat dan rizki ke-faham-an, Amin (gus arifin)

 

Telah beredar buku "Tuntunan Doa Ibadah Haji dan Umrah" Buku Ke 26 Penulis Buku Best Seller -Gus Arifin- dapatkan di toko buku Gramedia.

Latest Article

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Link Group

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday64
mod_vvisit_counterYesterday82
mod_vvisit_counterThis week64
mod_vvisit_counterLast week869
mod_vvisit_counterThis month1992
mod_vvisit_counterLast month1444
mod_vvisit_counterAll days130980

Online Now: 4
Today: November 19, 2017