Selamat Datang di "Griya Sehat Barokah" Menuju Hidup Sehat dan Berkah

 Social Display

     

Sesudah Shalat Salaman (S3)

Share this post
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Bersalaman atau berjabat tangan, dalam bahasa Arab disebut Mushafahah (المُصَافَحَةُ). Pengertian Mushafahah (bersalaman dan berjabat tangan)‎ Dalam beberapa kamus, pengertian Mushafahah (bersalaman atau berjabat tangan) ‎adalah mengulurkan atau mempertemukan telapak tangan kanan kita, dan kemudian ‎disambut dengan telapan tangan orang lain. Sehingga dengan pengertian ini, fadlilah ‎mushafahah tidak bisa tercapai dengan luar telapak tangan, genggaman, pergelangan ‎tangan, siku-siku atau anggota tubuh yang lain. ‎


Golongan Wahaby atau kadang kadang mengaku sebagai "salafy" berpendapat bahwa bersalaman sesudah Shalat itu bid'ah dengan alasan itu tidak pernah dilakukan Rasulullah SAW
Namun ada yang mengatakan mushofahah antar umat Islam, kapanpun waktunya, baik setelah sholat ataupun waktu lainnya tetap dianjurkan karena hadits-hadits yang ada tidak menyebutkan waktunya artinya adanya ke-umum-an dalil bisa digunakan. Ini juga seperti bersalaman pada hari raya dan setelah sholat Ied. Khilaf tersebut sudah terjadi sejak dalam sejarah Islam.

Hendaknya kita umat Islam tidak mudah berpecah pendapat dan bertikai hanya masalah furu'iyyah (cabang kecil agama) seperti itu. Bukankah ber-husnudhan kepada mereka yang membiasakan ber-mushofahah setelah shalat, bahwa mereka itu mengikuti sunnah Rasul, lebih baik dari pada mencurigai mereka itu sebagai orang yang sesat dan meninggalkan sunnah Rasul.

Mushofahah adalah salah satu sarana merekatkan ummat dan menyatukan mereka, dan tidak selayaknya kita jadikan itu sebagai pemicu perpecahan.

Dalil Anjuran dan Fadlilah Bersalaman:‎
Berikut ini adalah beberapa dalil yang menunjukan akan dianjurkannya
‎bersalaman:‎
‎1. Mushafahah merupakan paket dari mengucapan salam.‎
Karena salam adalah sebatas ucapan (ungkapan damai ridla) yang kita sampaikan. ‎Sementara Mushafahah bentuk apresiasi ridla, baik dhahir dan batinnya. Sehingga, bila ‎seseorang bertemu kawan, kemudian mengucapkan salam, maka akan lebih sempurna ‎dan lengkap bila dibarengi dengan berjabat tangan.‎

روى الإمامان البخاري وابن أبي شيبة –رحمهما الله تعالى- عن البراء بن عازب رضي الله ‏تعالى عنهما قال: "مِنْ تَمَامِ التَّحِيَةُ أَنْ تَصَافَحَ أَخَاكَ".‏
" Sebagai bagian dari  kesempurnaan Salam adalah dengan bersalaman atau menyalami saudaramu."

‎2. Mushafahah Merupakan Syiar Islam.‎
Bahwa tradisi bersalaman ini pernah hilang di zaman jahiliyah. Namun, ketika ‎Islam datang, budaya bersalaman ini menjadi hidup (populer) kembali di kalangan ‎Rasulullah SAW dan para shahabatnya.‎

روى الأئمة البخاري وأبو داود والترمذي وابن أبي شيبة وابن حبان – رحمهم
الله ‏تعالى- عن قتادة قال: "قلت لِأَنَسٍ بْنِ مَالِك: أكانت المصافحة في عهد رسول الله  قال: ‏نعم".‏
Dari Qatadah ia berkata : saya bertanya kepada Anas bin Malik r.a : Apakah engkau bersalaman  di hadapan Rasulullah SAW ?" , Anas bin Malik menjawab : "ya".

‎3. Mushafahah Dapat Melebur Dosa.‎
روى الإمام أبو داود والترمذي وابن أبي شيبة –رحمهم الله تعالى- عن البراء
بن عازب ‏رضي الله عنهما‎ ‎قال: قال رسول الله  "ما من مسلمين يلتقيان، فيتصافحان إلا غفر لهما ‏قبل أن يتفرقا".‏

Diriwayatkan oleh Al-Barra’ bin Azib, bahwa Rasulullah  bersada, “bila seorang muslim bertemu, kemudian ia mengucapkan salam dan berjabat tangan, maka ‎Allah تعالى akan mengampuni dosa kedua orang tersebut, hingga mereka berpisah”. (HR. ‎Abu Dawud dan Tarmidzi).‎

 وروى الإمام البيهقي –رحمه الله تعالى- عن حذيفة بن اليمان ‏;‏ عن النبي قال: "إن ‏المؤمن إذا لقي المؤمن فسلم عليه، وأخذ بيده، فصافحه تناثرت خطاياهما كما يتناثر ورق ‏الشجر"‏

Dalam riwayat Hudzaifah bin al-Yaman juga disebutkan, bahwa Rasulullah SAW‎bersabda: “seorang muslim yang saling bertemu dan mengucapkan salam, kemudian ‎berjabat tangan, maka dosa-dosanya akan berguguran, sebagaimana gugurnya daun-‎daun pepohonan yang kering”. (HR. Imam Al-Baihaqi)‎

Jadi,..mari kita jaga ukhuwah, Insya Allah pertolongan Allah swt akan terus menerus menyertai kita , Amin ya Rabbal Alamin

 

Telah beredar buku "Tuntunan Doa Ibadah Haji dan Umrah" Buku Ke 26 Penulis Buku Best Seller -Gus Arifin- dapatkan di toko buku Gramedia.

Latest Article

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Link Group

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday64
mod_vvisit_counterYesterday82
mod_vvisit_counterThis week64
mod_vvisit_counterLast week869
mod_vvisit_counterThis month1992
mod_vvisit_counterLast month1444
mod_vvisit_counterAll days130980

Online Now: 4
Today: November 19, 2017