Selamat Datang di "Griya Sehat Barokah" Menuju Hidup Sehat dan Berkah

 Social Display

     

Baca "Ushalli" atau tidak, baca "nawaitu" atau tidak?

Share this post
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     
Sekitar 2 bulan yang lalu, pengajian di Majelis Ta’lim “ramai” karena ada satu/ dua peserta ta’lim yang baru (meskipun rumahnya tidak terlalu jauh dari Graha AAI) dan pengajian sudah berjalan hampir 2 tahun, tapi alhamdulillah, akhirnya datang juga ke Ta’lim.

Semula, tidak ada yang istimewa, karena disamping sudah biasa di dalam ta’lim itu ada tanya jawab yang ‘seru’ tapi juga memang sudah biasa kadang-kadang saya juga belum siap jawaban kalau ditanya yang ‘njlimet” yang rumit. Biasanya juga ada pertanyaan yang agak sensitif , apalagi menyangkut masalah-masalah khilafiyah atau furu’iyah (cabang-cabang masalah) bukan masalah (ashliyah) atau masalah pokok dalam beragama.

Jamaah yang baru ikut itu, bertanya mengenai mengucapkan niat atau bahasa arabnya “talafudz niyyat” dan sekaligus memberi keterangan : “menurut informasi dari ustadz saya, itu Bid’ah” kata jamaah tadi.

Jawaban saya sebenarnya pendek saja :” silahkan buka materi fiqh shalat yang telah di-copy ya ? okay ketemu ? :…
(berikut cuplikan materi tersebut)
Berniat adalah menyengaja di hati (menurut Madzhab Syafi’i, berniat itu di hati dan di lisan – Al Malibari menyatakan dalam Fathul Mu’in: Sunnah hukumnya melafadzkan niat sebelum Takbiratul Ihram, dan juga harus disengaja, juga menentukan (ta’yin) akan mengerjakan Shalat Fardlu atau Sunnah, Ada’ atau Qodlo’, sebagai Imam atau Ma’mum) untuk melaksanakan shalat tertentu, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah bersabda: 

سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ
قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnya. (Muttafaq 'alaih) 

Dan niat itu dilakukan bersamaan dengan melaksanakan takbiratul ihram dan mengangkat kedua tangan, tidak menjadi soal, kalau niat itu sedikit lebih dahulu dari keduanya.

Hukum melafadzkan niat (at talafadz bi al niyah) seperti :
أصلي فرض الظهر أربعة ركعات مستقبل الكعبة أدائا إماما لله تعالى
(Ushalli fardha dhuhri arba’ah rak’atan mustaqbilal qiblati ada’an imaman/ma’muman lillahi ta’ala)
Menurut ulama Hanafiyah (dalam kitab Tabyin al Haqa’iq I/99), Ulama Syafi’iyah (Tuhfah al Muhtaj, II/12), Ulama Hanbaliyah (Mughniy al Mukharraq 1/464) bahkan Imam Panutan kaum “Salafi”/Wahabi, Ibn Taimiyah dalam Fatawa al Kubra I/214, hukumnya sunnah melafadzkan niat.

Dan, silahkan anda mengucapkan ushalli….karena ada dalilnya dan bagi yang tidak mengucapkan ushalli tidak perlu bilang : antum bid’ah, antum fasiq dll….!! Yuk ..jaga persatuan, yuk saling menghormati dan yuk..jangan merasa benar sendiri, mudah-mudahan kita bisa semakin kuat dalam ukhuwah, amin. (gus Arifin)



 

Telah beredar buku "Tuntunan Doa Ibadah Haji dan Umrah" Buku Ke 26 Penulis Buku Best Seller -Gus Arifin- dapatkan di toko buku Gramedia.

Latest Article

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Link Group

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday89
mod_vvisit_counterYesterday159
mod_vvisit_counterThis week512
mod_vvisit_counterLast week1058
mod_vvisit_counterThis month2177
mod_vvisit_counterLast month4947
mod_vvisit_counterAll days167714

Online Now: 5
Today: July 18, 2018