Selamat Datang di "Griya Sehat Barokah" Menuju Hidup Sehat dan Berkah

 Social Display

     

Dan saat Tasyahud, Jari Telunjuk digerak-gerakan atau tidak?

Share this post
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Pernah ada orang  "berantem" di Masjid, gara-gara "jari goyang" !!, orang yang pertama, ketika shalat TIDAK menggoyang-goyang kan telunjuknya, ketika selesai shalat, dia ditegur orang kedua : " antum, salah, karena telunjuk antum tidak digoyang-goyang ketika tasyahud !!". Orang pertama diam, tapi mikir : kok sempet-sempetnya dia mikirin tangan saya ketika shalat ??", maka dia pun membalas "serangan" orang kedua tadi dengan berkata :"lah sampeyan juga salah, ngapain shalat kok mikirin telunjuk orang??"  - dialog sampai sini saja..mari kita lihat pangkal soalnya pada dua hadits berikut :

Hadits pertama : dari Wa’il bin Hujr :
أَنَّ وَائِلَ بْنَ حُجْرٍ أَخْبَرَهُ قَالَ قُلْتُ لَأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ يُصَلِّي فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ فَقَامَ ….. ثُمَّ رَفَعَ إِصْبَعَهُ فَرَأَيْتُهُ يُحَرِّكُهَا يَدْعُو بِهَا
Dari Wa’il bin Hujr, kami melihat Shalatnya Nabi , Berdiri...kemudian mengangkat jari telunjuknya, kami menyaksikan beliau menggerakkan (diterjemahkan oleh sebagaian ulama: menggerak-gerakkan) jari telunjuknya ....” ( Fiqh wa adillatuhu, Sunan Abi Dawud, Musnad Ahmad) 
Hadits diatas cenderung dipergunakan oleh Madzhab Hanbali

Hadits kedua :Dari Abdullah bin Zubair:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّهُ ذَكَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُشِيرُ بِأُصْبُعِهِ إِذَا دَعَا وَلَا يُحَرِّكُهَا…
Dari Abdullah bin Zubair, „Sesungguhnya Nabi , terbukti memberi Isyarat dengan jari telunjuknya dan tidak menggerak-gerakannya.” ( Fiqh wa adillatuhu, Sunan Abi Dawud, Musnad Ahmad)

Dari kedua hadits tersebut nampak berlawanan (ta’arudl) dalam makna/arti, maka kita perlu melihat persoalan ini, apa  pernah dibuat Ijtihad-nya oleh para  Ulama, ternyata ada !sebagaimana dalam kitab Faidl al Qadir (V/221) :
قال المظهري : اختلف في تحريك الأصبع إذا رفعها للإشارة والأصح أنه يضعها بغير تحريك ولا ينظر إلى السماء حين الإشارة إلى التوحيد بل ينظر إلى أصبعه ولا يجاوز بصره عنها لئلا يتوهم أنه تعالى في السماء - تعالى عن ذلك.
Berkata Al Mudhahiry:“ Perbedaan pendapat mengenai menggerakkan jari telunjuk apabila berisyarat (dalam tasyahud), yang paling benar adalah sesungguhnya hanya menyimpan saja tanpa menggerak-gerakkannya dan tidak menatap langit (keatas) ketika Isyarat kepada Allah (bacaan syahadat/tauhid), tapi melihat ke arah jari telunjuk.

Begitu pula Ibn Al Qasim dalam al Muntaqa Sarh Al Muwaththa’ ( Madzhab Maliki) juga berpendapat tidak digerakkan.Atau dengan kata lain pendapat Madzhab Syafii dan Maliki : Tidak menggerakkkan telunjuk ketika Tasyahud. Sedang Pendapat Madzhab Hanbali : Menggerak gerak kan telunjuk...
So..yang salah siapa ?? Ya nggak ada yang salah, yang penting bagi kita adalah jikalau beribadah sedapat mungkin tahu dalilnya, tahu ilmunya dan lillahi ta'ala...(gus arifin)



 

Telah beredar buku "Tuntunan Doa Ibadah Haji dan Umrah" Buku Ke 26 Penulis Buku Best Seller -Gus Arifin- dapatkan di toko buku Gramedia.

Latest Article

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Link Group

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday38
mod_vvisit_counterYesterday107
mod_vvisit_counterThis week145
mod_vvisit_counterLast week1046
mod_vvisit_counterThis month2840
mod_vvisit_counterLast month4145
mod_vvisit_counterAll days151943

Online Now: 6
Today: April 23, 2018