Selamat Datang di "Griya Sehat Barokah" Menuju Hidup Sehat dan Berkah

 Social Display

     

Lutut atau Tangan dulu

Share this post
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Sering kita melihat cara saudara saudara kita ketika shalat, saat akan sujud ada yang tangan yang terlebih dulu menyentuh tempat sujud, ada yang lututnya terlebih dulu. Sebenarnya sebaiknya yang mana??

Marilah kita lihat sumber hukumnya, dari hadits Nabi SAW :

Kalau kita telusuri, perbedaan tersebut berasal dari dua hadits yang termaktub dalam kitab Bulugh al-Maram karangan ulama hadits terkemuka Ibn Hajar al-‘Asqollani. 

Hadits pertama

 قَالَ :قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
{ إِذَا سَجَدَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَبْرُكْ كَمَا يَبْرُكُ اَلْبَعِيرُ , وَلْيَضَعْ يَدَيْهِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ } أَخْرَجَهُ اَلثَّلَاثَةُ

صحيح . رواه أبو داود (840) ، والنسائي (2/ 207 ) ، والترمذي ( 269 ) ، ولفظ الترمذي : " يعمد أحدكم فيبرك في صلاته برك الجمل" . وهي رواية لأبي داود ( 841 )
Dari Abu Hurairah ra menyatakan, Rasulullah SAW bersabda,” Jika salah satu dari kalian bersujud, janganlah menderung seperti onta menderung, letakkanlah kedua tangan sebelum lutut.” 
Dalam hadits tersebut jelas, kita diperintahkan untuk mendahulukan tangan. 


Suatu pengertian yang berlawanan dengan pemahaman tersebut terlihat pada hadits kedua, 

وَهُوَ أَقْوَى مِنْ حَدِيثِ وَائِلٍ :
{إِذَا سَجَدَ وَضَعَ رُكْبَتَيْهِ قَبْلَ يَدَيْهِ} أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ

ضعيف . رواه أبو داود ( 838 ) ، والنسائي ( 2 / 206 - 207 ) ، والترمذي ( 268 ) وابن ماجه ( 882 ) ، وقال الترمذي : " هذا حديث حسن غريب ، لا نعرف أحدا رواه مثل هذا غير شريك " قلت : وهو سيئ الحفظ . 
Dari sahabat Wa’il Ibn Hajar ra. Ia mengatakan, Saya melihat Rasulullah SAW ketika meletakkan (menjatuhkan) lutut sebelum kedua tangannya.” 

Imam Malik dan Imam Auza’i memilih hadits yang pertama. Sedangkan madzhab Syafi’i dan Hanafi cenderung mengamalkan hadits yang kedua. Dalam kaitan itulah mengapa khilaf menjadi tak terelakkan. Apalagi kalau sebuah hadits hanya diketahui oleh satu pihak saja.

Jadi mengapa mesti ribut.?? yang terpenting adalah sebisa mungkin kita beramal itu mengetahui dalilnya, dan pilih salah satu madzhab yang anda sukai, akan tetapi tidak boleh menukar-nukar madzhab seenaknya (talfiq). bagaimana kalau kita tidak ikut salah satu madzhab? ya..tetap saja anda bermadzhab dan namanya madzhab La madzhabiyah (atau Golput kalau dalam PEMILU)

Lah ..kalau tidak tahu, ya..ngaji..mudah-mudahan kita semakin baik dalam beribadah kepada Allah swt.//(gus arifin)

 

Telah beredar buku "Tuntunan Doa Ibadah Haji dan Umrah" Buku Ke 26 Penulis Buku Best Seller -Gus Arifin- dapatkan di toko buku Gramedia.

Latest Article

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Link Group

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday48
mod_vvisit_counterYesterday141
mod_vvisit_counterThis week291
mod_vvisit_counterLast week938
mod_vvisit_counterThis month2847
mod_vvisit_counterLast month4241
mod_vvisit_counterAll days139572

Online Now: 5
Today: January 23, 2018